Dalam ayat “Iyyaka na’budu” terkandung pernyataan bahwa hanya kepada Allah-lah kita menyembah, sehingga hanya kepada-Nya seluruh peribadatan kita persembahkan. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah (Muhammad): sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, karena itulah aku diperintahkan dan aku adalah muslim yang paling awal “(Qur’an surat al-An’am ayat 123-124)

Seorang muslim menyerahkan ibadahnya hanya kepada Allah semata. Berbeda dengan orang-orang musyrikin yang selain menyembah Allah, mereka juga menyembah berhala-berhala. Mereka berdoa kepada Allah, namun menjadikan berhala-berhala tersebut sebagai perantara (wasilah) supaya bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.

“Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai wali-wali (penolong), (mereka mengatakan): “kami tidaklah menyembah mereka kecuali supaya mendekatkan diri kami kepada Allah.” (Qur’an surat az-Zumar ayat 3)

Abdullah Ibnu Abbas ketika menjelaskan firman Allah:
“Kaum Nuh (yang kafir) berkata: “Janganlah kalian tinggalkan sesembahan-sesembahan kalian, dan janganlah kalian tinggalkan Wadd, Suwaa’, Yaghuts, dan Nasr.“ (Qur’an surat Nuh ayat 23)

Berkata (Ibnu Abbas): “Ini (Wadd, Suwaa’, Yaghuts, dan Nasr) adalah nama-nama orang-orang shalih dari kaum Nuh yang ketika mereka meninggal, setan membisikkan kepada mereka: ‘hendaknya kalian membuat patung di tempat dulu mereka bermajelis dan berilah nama sesuai dengan nama-nama mereka’, kemudian kaum tersebut mengerjakan bisikan setan itu. Pada awalnya patung-patung itu tidak disembah, namun lama-kelamaan ketika kaum pembuat patung tadi meninggal dan ilmu (syariat) dilupakan, patung-patung itu disembah.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir Surah Nuh ayat 23)

Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk memohon dan berdoa secara langsung pada-Nya tanpa perantara. .
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah (hanya) milik Allah, maka janganlah kalian berdoa kepada Allah (dengan menyertakan) suatu apapun bersama-Nya.“ (Qur’an surat al-Jin ayat 18)

Rujukan:
Memahami Makna Bacaan Shalat, Abu Utsman Kharisman

Comments are closed.