Puasa, kelak, akan memintakan pertolongan kepada Allah untuk orang-orang yang rajin melakukannya ketika di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : “Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa’at karenaku”. Al-Qur’an pun berkata : “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Maka keduanya akan memberi syafa’at.” (Diriwayatkan oleh Ahmad 6626, Hakim 1/554, Abu Nu’aim 8/161 dari jalan Huyaiy bin Abdullah dari Abdurrahman Al-hubuli dari Abdullah bin ‘Amr, dan sanadnya hasan)

Dan di antara keistimewaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah; Allah menjadikan puasa sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya, bagi yang tidak mampu memberi kurban, bagi pembunuh orang kafir yang punya perjanjian karena membatalkan sumpah, atau yang membunuh binatang buruan di tanah haram, serta sebagai kafarat zhihar.

Keterangan lebih lanjut bisa kita dapatkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Dan pula, puasa dan shadaqah bisa menghapuskan fitnah seorang pria dari harta, keluarga dan anaknya. Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Fitnah pria dalam keluarga (isteri), harta dan tetangganya, bisa dihapuskan oleh shalat, puasa, dan shadaqah.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari: 2/7, Muslim: 144)

Referensi:
Sifat Puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, Penerbit Pustaka Al-Haura.

Comments are closed.