Masih mengambil faidah dari ayat “الرحمن الرحيم”…
Bahwa, kita tidak bisa mengandalkan amalan kita semata untuk masuk surga. Kita sangat membutuhkan rahmat-Nya. Lalu, bagaimana dengan ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan bahwa seorang masuk surga disebabkan oleh amalannya? Seperti firman Allah ta’ala:
“Dan itu adalah surga yang diwariskan kepada kalian disebabkan apa yang kalian amalkan.” (Qur’an Surat az-Zukhruf ayat 72)
Maka, jawaban tentang hal ini, sebagaimana perkataan Ibnul Jauzi yang dinukil oleh Ibnu Hajar rahimahumallah, yakni:

Taufiq (petunjuk) dari Allah ta’ala hingga seorang hamba beramal shalih merupakan rahmat-Nya. Kalau bukan karena rahmat Allah ta’ala, maka tidaklah akan tercapai iman dan ketaatan yang dengan itu bisa dicapai keselamatan.

Bahwasanya seorang hamba (budak) yang beramal untuk Tuannya adalah merupakan hak dari Tuannya. Kalau seandainya Tuan tersebut memberikan ganjaran/balasan, maka itu adalah fadhilah (kelebihan) yang diberikannya.

Terdapat dalam beberapa hadits bahwa masuknya seseorang ke dalam surga adalah karena rahmat Allah ta’ala, sedangkan perbedaan-perbedaan derajat dalam surga dicapai sesuai kadar amalan.

Amalan-amalan ketaatan yang dilakukan seorang hamba terjadi pada masa yang singkat (dunia) sedangkan balasannya (dengan surga, -pen.) adalah kekal. Maka balasan yang kekal untuk sesuatu yang fana (tidak kekal) adalah merupakan suatu fadhilah (kelebihan) bukanlah suatu balasan yang sebanding.”

Rujukan: Buku Memahami Makna Bacaan Sholat, oleh Abu Utsman Kharisman

Comments are closed.