Seri Sirah Nabawiyah
Bab 2 – Garis Keturunan Rasulullah ﷺ

Ketika usia Rasulullah telah menginjak dua belas tahun. Abu thalib mengajak Rasulullah turut dalam kafilah dagangnya ke Negeri Syam. Saat itu Negeri Syam dikuasai bangsa Romawi.

Sampai disebuah lembah yang disebut Bushra, sebuah wilayah yang berada di pinggiran Negeri Syam, dan menjadi ibu kota Hurran. Di sana terdapat rahib yang masyhur dengan nama Buhaira, namun ada pendapat lain yang menyebutnya Jurjis. Buhaira lantas mendatangai rombongan Abu Thalib, padahal biasanya pendeta ini tidak pernah menyambangi kafilah Abu Thalib pada perjalan-perjalanan sebelumnya. Kali ini dia mendatangi rombongan karena melihat kehadiran Rasulullah, seraya berkata, “Laki-laki ini akan menjadi penghulu seluruh alam, Dia adalah utusan Tuhan seru sekalian alam, Dia adalah utusan Allah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.”

Buhairah melanjutkan, “Sebenarnya saat kalian sampai di Aqabah, tidak ada satu pepohonanpun dan satu batupun, kecuali semuanya bersujud. Mereka tidak bersujud kecuali pada seorang Nabi. Akupula mengetahui dari Nubuah yang berada di bawah kedua tulang bahunya yang menyerupai buah apel. Hal ini sebagaimana yang kami temukan dalam kitab kami.”

Buhairah lantas memberi nasihat agar Muhammad jangan diajak ke Syam karena khawatir akan mendapat gangguan dari orang romawi. Kemudian Abu Thalib memerintahkan beberapa pemuda untuk kembali ke mekah bersama Nabi Muhammad yang masih kecil.

Kitab: Ar Rahiqul Makhtum 
Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfur

Comments are closed.