Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنَ الإِْثْمِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ .
“Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat” (HR. Al Bukhari 510, Muslim 507)

Kandungan Hadist :

  • Haram melintas di hadapan orang yang sedang shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah, baik di masjid atau bukan.

kecuali saat sholat berjamaah, maka tak mengapa jika batal sholatnya dan pergi wudhu dengan melintas didepan makmum yang lain.

Karena sutrah imam adalah sutrah bagi belakangnya.

  • Boleh mempergunakan kata “andaikan” dalam masalah ancaman, dan hal itu tidak termasuk larangan.

Sumber :
📚Kitab Riyadush Shalihin – Imam An-Nawawi
Syarah Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali.

Comments are closed.